Sabtu, 15 Februari 2014

"Keraton" Festive

Kereta-kereta kencana yang dipamerkan pada Festival Keraton Sedunia di Jakarta, 5-8 Desember 2013. (VOA/Iris Gera)

Bandung with Culineary Festive

Festival kuliner `Keuken` kembali digelar. Perhelatan tahun ini adalah yang keempat kalinya dan sekarang bertempat di Gudang PT Kereta Api di Jalan Sukabumi, Bandung, Ahad, 9 Juni 2013. Total ada 30 tenda makanan yang tersedia di sana.

Festival Keuken kali ini agak unik, karena biasanya selalu mengambil tempat di jalan raya atau ruang publik seperti lapangan. "Sekarang lebih spesial, festivalnya di lokasi napak tilas sejarah penting yaitu gudang kereta api," kata panitia acara Meizan Natadiningrat, Jumat 7 Juni 2013.

`Keuken` adalah kata dalam bahasa Belanda yang berarti dapur. Festival akan menghidangkan batagor, risotto, steak, dan aneka makanan lezat olahan para koki bintang tamu. Selain itu, akan ada aksi memasak oleh para koki, artis, seniman, atau orang yang suka memasak. Acara memasak itu di antaranya akan melibatkan koki Odie Djamil, Ray Janson, Holly Cow Steak, dan desainer Kandura Keramik.

Koki Odie Djamil mengatakan, ia akan menyajikan makanan penutup lengkap dengan sesi praktek mudah pembuatannya, serta sejumlah olahan baru. Odie mengaku akan membuat foam dari susu kedelai, batang coklat menjadi bubuk, serta mematangkan kue dalam 30 detik di dalam microwave. "Saya akan tampil selama satu jam dari pukul 12.30," katanya.

Sambil bersantap, pengunjung juga akan diiringi permainan musik band Jirapah, 70's Orgasm Club, Lucas & The Sound of Mc Clay, juga penampilan para disc jockey seperti Melody Garcia, Ardo Ardhana (Dos), dan Bargas. Festival kuliner ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya masuk ke arena.

Menurut panitia, festival kuliner Keuken bukan acara biasa. Makan-makan menjadi alat utama perayaan untuk menikmati sudut kota dan ruang publik. Selama satu hari itu, pengunjung yang biasanya membeludak, diajak berkumpul dan bersenang-senang dengan makanan juga minuman

Dubai and New Year Eve

Perayaan tahun baru di Dubai (Foto: AP)Perayaan malam pergantian tahun sudah pasti disertai dengan pesta kembang api. Dubai dan negara-negara lain di dunia mengadakan pesta kembang api yang meriah dan menarik untuk dilihat.

Dubai, selama ini dikenal sebagai kota yang diwarnai dengan kemewahan serta glamor dan dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Dalam Perayaan Tahun Baru 2014, Dubai berupaya untuk memecahkan rekor dunia kembang api yang dipegang oleh Kuwait.

Penyelenggara perayaan Tahun Baru di Dubai menjanjikan kembang api yang bisa membentuk burung elang, matahari dan bendera dari Uni Emirat Arab. Namun tidak diketahui apakah rekor dunia sudah terpecahkan, tetapi yang pasti pesta kembang api di Dubai berlangsung meriah.

Total, pesta kembang api ini akan melibatkan jutaan kembang api yang diledakkan dari sekira 400 lokasi. Ledakan itu pun sudah diatur dengan 100 komputer. Demikian diberitakan Daily Mail, Rabu (1/1/2014).

Kembang api pun meledak tepat tengah malam di saat pergantian tahun yang berawal dari Burj Khalifa, kemudian diikuti ledakan di Hotel Burj Al-Arab sebelum akhirnya berakhir di pulau buatan, Palm Island.

Rekor pesta kembang api terbesar masih dipegang oleh Kuwait. Pada Perayaan Tahun Baru 2013, sekira 77 ribu diledakkan dalam pesta kembang api yang berlangsung selama satu jam.

Sementara pada pesta di Dubai, tim dari Guiness World Record sudah siap untuk mengukur skala kemeriahan di Negeri Kaya Minyak itu.

Rio De Janeiro Carnaval! WooW!

Kemeriahan Karnaval Rio de Janeiro 2012Karnaval Brazil merupakan festival terbesar di Brazil yang diselenggarakan selama seminggu penuh. Pesta rakyat ini diadakan dari siang sampai malam pada 40 hari sebelum Paskah. Kota-kota di bagian pesisir seperti Rio de Janeiro dan So Paulo menggelar pesta karnaval dan pawai samba yang paling terkenal di dunia.

Tahun ini para penduduk Brazil menggelar perayaan Pra-Paskah dengan sangat meriah. Karnaval besar ini melibatkan banyak sekolah samba untuk turun dan beraksi di jalan. Sao Clemente, satu dari enam sekolah samba, menampilkan pawai kendaraan hias yang berbentuk sosok Patung Liberty yang berbaring dengan memakai bikini, sandal jepit, dan makan es krim, seperti yang dilansir di telegraph.co.uk.
Rio de Janeiro, ibu kota Brazil, memang sedang berbenah diri untuk menyambut Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016. Beberapa prasarana kota ini sedang dibenahi untuk menghadapi perhelatan akbar itu. Lebih dari satu juta orang merayakan festival di Rio de Janeiro kali ini, seperti yang dilansir dari Huffingtonpost.
Menurut Washington Post, penduduk setempat memang sempat khawatir, apakah perayaan ini tetap bisa digelar atau tidak. Hal ini terkait dengan kasus kekerasan partai yang sedang menjadi polemik di Brazil. Untungnya, masalah ini tidak mengganggu perayaan besar ini.

Karnaval Rio de Janeiro memang sangat menarik dan menakjubkan. Anda bisa melihat banyak pawai kostum dan aksi tari samba yang mengundang decak kagum para penonton. Bahkan, beberapa selebriti dunia juga menghadiri perayaan besar ini lho seperti Madonna, Beyonce, Jude Law, Paris Hilton, Pamela Anderson, dan Kevin Spacey.

La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme, Freak But Funny!

10 Festival terunik dari seluruh duniaLa Fiesta de Santa Marta de Ribarteme merupakan event tahunan yang diadakan di Las Nieves, kota kecil di bagian barat laut Spanyol. Ritual pura-pura mati ini telah menjadi bagian dari budaya lokal di Las Nieves.

Selama berabad-abad, gereja Katolik tak dapat sepenuhnya mengintegrasikan ajaran mereka di Las Nieves. Sebagian besar penduduk masih percaya penyihir dan roh jahat dalam kehidupan spiritual mereka. Maka, festival unik ini adalah salah satu upaya gereja untuk beradaptasi dengan budaya lokal masyarakat.

La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme digelar pada tanggal 29 Juli setiap tahun, sebagaimana dilansir Odditycentral.com. Beberapa orang akan ditidurkan dalam peti mati dan kemudian diarak keliling kota. Mereka bahkan berakting seolah-olah telah meninggal. Bisa Anda bayangkan?

Festival unik ini berhasil menarik ribuan pengunjung lho. Mereka mulai memadati jalanan Les Nieves sejak pukul 10 pagi, demi menyaksikan arak-arakan peti mati.

Fasnacht

10 Festival terunik dari seluruh duniaFasnacht adalah karnaval terbesar di Swiss yang berlangsung setiap tahun antara bulan Februari dan Maret di Basel. Karnaval ini juga telah terdaftar sebagai satu dari lima puluh perayaan lokal paling terkenal di Eropa.

Sebagaimana dilansir CNN, Fasnacht dimeriahkan dengan beragam acara seperti parade jalanan, pesta kostum dan pesta pora hingga fajar menjelang. Karnaval yang juga sering disebut Karnaval Basel itu biasanya dimulai pukul 4 pagi pada hari Senin.

Ketika itu, seluruh kota jatuh ke dalam kegelapan. Para penabuh drum dan peniup bagpipe mulai memainkan lagu abad pertengahan dan berbaris mengelilingi kota, yang hanya dipandu dengan lentera buatan tangan. Alunan musik akan memenuhi seluruh kota hingga fajar menghilang.

Lentera menjadi ciri khas dari Fasnacht. Ketika perayaan unik ini berlangsung, lentera-lentera megah setinggi 6 meter diarak keliling kota. Setiap lentera bisa menampilkan berbagai tema seperti politik atau sosial.

Fasnacht juga dikenal sebagai satu-satunya karnaval umat Protestan di dunia. Lebih dari 200 lentera akan dipamerkan di bawah katedral Protestan selama karnaval berlangsung. Ketika berjalan di antara lentera-lentera tersebut, Anda mungkin merasa seolah-olah Anda sedang berjalan melewati sebuah museum seni terbuka.

Selain lentera, Fasnacht juga memiliki kejutan lain bagi mereka yang menonton perayaan unik tersebut, yakni serangan confetti (potongan kertas). Seorang berkostum unik akan menangkap penonton yang melihat pertunjukan itu di jalan dan kemudian menghujaninya dengan confetti. Setelah pesta selesai, tukang sapu jalan bisa mengumpulkan sekitar 300 ton serpihan kertas dari sisa perayaan tersebut.

Octoberfest!

10 Festival terunik dari seluruh duniaOktoberfest adalah festival rakyat terbesar di dunia yang diadakan setiap tahun di Munich, Bayern, Jerman. Festival yang berlangsung selama 16 hari ini diselenggarakan pada akhir September hingga minggu pertama di bulan Oktober. Pada tahun 2012, tercatat lebih dari 6 juta orang dari seluruh dunia menghadiri festival tersebut.

Namun, penduduk setempat lebih sering menyebut festival ini dengan istilah die Wies'n yang diambil dari kata Theresienwiese, sebuah ruang terbuka yang biasa digunakan untuk menggelar Oktoberfest di dekat pusat kota Munich. Oktoberfest merupakan bagian penting dari budaya Bayern, yang telah berlangsung sejak tahun 1810. Tahun ini, Oktoberfest digelar mulai dari hari Sabtu, 21 September sampai Minggu, 6 Oktober.

Oktoberfest awalnya hanya dirayakan selama 16 hari, mulai dari akhir September sampai Minggu pertama di bulan Oktober. Namun, pada tahun 1994, jadwal Oktoberfest diubah untuk menanggapi reunifikasi Jerman sehingga jika hari Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 1 atau 2, festival ini akan diadakan hingga 3 Oktober (Hari Persatuan Jerman). Dengan demikian, festival ini akan digelar selama 17 hari, ketika Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 2 dan 18 hari ketika Minggu pertama di bulan Oktober jatuh pada tanggal 1.

Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati berbagai makanan tradisional khas Bayern seperti Hendl (ayam), Schweinebraten(babi panggang), Schweinshaxe (ham panggang), Steckerlfisch (ikan panggang), Wuerstl (sosis) bersama dengan Brezeln(pretzel), Knoedel (mi keju), K?sesp?tzle ( mie keju ), Reiberdatschi (panekuk kentang), Sauerkraut atau Rotkohl/Blaukraut (kubis merah) bersama dengan makanan lezat seperti Obatzda (keju yang dibumbui) dan Weisswurst (sosis putih).

Tradisi Oktoberfest berawal dari kisah Putra Mahkota Ludwig yang diangkat menjadi Raja Ludwig I dan menikahi Putri Therese dari Sachsen-Hildburghausen pada 12 Oktober 1810. Warga Munich kemudian diundang untuk menghadiri perayaan yang diadakan di depan gerbang kota untuk merayakan acara pernikahan kerajaan. Ruang terbuka yang dipakai untuk menggelar pesta rakyat tersebut lalu diberi nama Theresienwiese (padang rumput Theresa) untuk menghormati Putri Mahkota.

Untuk memeriahkan acara tersebut, diadakan pula sebuah acara pacuan kuda yang dihelat di hadapan keluarga kerajaan untuk menandai penutupan acara tersebut. Keputusan untuk mengulangi acara pacuan kuda di tahun berikutnya itu yang memunculkan tradisi Oktoberfest.

Pada tahun 1960, Oktoberfest telah berubah menjadi sebuah festival besar yang terkenal di dunia. Selama festival berlangsung, pengunjung pria biasanya mengenakan Sennerhut (topi) dan Lederhosen (celana kulit), dan para wanita umumnya memakai pakaian tradisional Jerman yang disebut Dirndl.

Karapan Sapi, The Javanese Festive!

c8529111871e0bd5d0d1f4b37774813b_karapan-sapiKarapan Sapi atau Kerapan Sapi pasti sudah tidak asing lagi di telinga banyak orang Indonesia. Karapan Sapi merupakan budaya asli dari tanah Madura yang sudah dikenal sejak abad ke-14 M. Pada zaman dahulu sapi merupakan satu-satunya alat Transportasi tercepat yang ada di Madura dan banyak digunakan oleh masyarakat , khususnya masyarakat elite atau kerajaan. Karapan Sapi ini merupakan salah satu contoh budaya dan hiburan bagi masyarakat Madura yang telah turun temurun dilaksanakan.

Karapan sapi sendiri menurut masyarakat Madura adalah adu balap sapi jantan menggunakan kaleles. Kaleles disini merupakan sarana pelengkap untuk dinaiki joki/sais yang menurut istilah Madura disebut tukang tongkok. Sapi-sapi jantan yang akan dipacu dipertautkan dengan pangonong pada leher-lehernya sehingga menjadi satu pasangan. Untuk pasangan sapi kerrap yang berada di sebelah kanan disebut pangluar dan yang sebelah kiri disebut pangdelem. sedangkan orang yang menahan tali kekang sapi sebelum dilepas disebut tukang tambeng. Tukang Getak merupakan orang yang menggertak sapi agar pada saat diberi aba-aba dapat melesat dengan cepat. Tukang Tonja merupakan orang yang bertugas menarik dan menuntun sapi saat perlombaan. Tukang Gubra adalah anggota rombongan yang bertugas bersorak-sorak untuk memberi semangat pada sapi kerrap.Karapan Sapi tidak serta merta ada di Madura. Ada beberapa versi tentang asal usul Karapan Sapi ini. Versi pertama mengatakan bahwa karapan sapi telah ada di Madura sejak abad ke-14. Waktu itu karapan sapi digunakan untuk menyebarkan agama islam oleh seorang Kyai yang bernama Pratanu. Versi yang lain juga mengatakan bahwa karapan sapi diciptakan oleh Adi Poday, yaitu anak Panembahan Wlingi yang berkuasa di daerah Sapudi pada abad ke-14. Adi Poday yang lama mengembara di Madura membawa pengalamannya di bidang pertanian ke Pulau Sapudi, sehingga pertanian di pulau itu menjadi maju. Salah satu teknik untuk mempercepat penggarapan lahan pertanian yang diajarkan oleh Adi Poday adalah dengan menggunakan sapi. Sehingga lama-kelamaan karena banyaknya petani yang menggunakan sapi untuk membajak sawahnya secara bersamaan, maka timbullah niat para petani untuk saling berlomba dalam menyelesaikannya. Dan, akhirnya perlombaan untuk menggarap sawah itu menjadi semacam olahraga lomba adu cepat yang hingga saat ini disebut .

Karapan Sapi dan Sapi Kerrap merupakan dua hal yang berbeda. Orang Madura memberi perbedaan antara Karapan sapi dan Sapi kerrap ini. Karapan sapi adalah sebuah even adu pacu sapi jantan dalam keadaan bergerak, berlari dan dinamis. Sedangkan Sapi kerrap adalah sebutan untuk sapi jantan yang diperlombakan itu sendiri, baik satu sapi maupun lebih. Adanya perbedaan ini adalah untuk membedakan antara sapi kerrap dengan Sapi Biasa serta Sapi Sono.

Thanksgiving, The Full Of Give

Thanksgiving day merupakan salah satu adat  atau kebiasaan yang cukup terkenal di Amerika dan diperingati setiap tahun, tepatnya pada hari Kamis ke empat setiap bulan November. Biasanya orang-orang Amerika menikmatinya dengan keluarga dengan masakan ayam kalkun.

Thanksgiving feastTradisi Thanksgiving ini berawal dari sebuah cerita yang bermula dari England, UK. Sekitar pada tahun 1609, beberapa orang Peziarah meninggalkan England karena mengalami persekusi atau penyiksaan agama, mereka pergi pindah ke Belanda untuk mencari kebebasan beragama.

Setelah beberapa tahun di Belanda, para peziarah ini meresa kawatir dengan dampak budaya Belanda yang dianggap mengancam moralitas masa depan anak-anak mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi lagi dan mencari tempat baru yang dianggap lebih baik; perjalanan mereka ini ditanggung dan dibiayai oleh beberapa kelompok investor Inggris sebagai ganti dari upah kerja mereka selama 7 tahun.

Pada tanggal 6 September 1620, para peziarah ini memulai pelayarannya dengan sebuah kapal besar yang disebut Mayflower. Mereka berangkat dari Plymouth England dan membawa sekitar 44 Santa dan 66 orang biasa yang mereka sebut sebagai orang asing atau “Stranger.”

Perjalanan ini memakan waktu sekitar 65 hari. Karena kapal mereka terbuat dari kayu, maka selama pelayaran mereka tidak diperbolehkan untuk menghidupkan api karena takut bahaya kebakaran, sehingga memaksa mereka untuk makan daging dan persediaan makanan mereka tanpa dimasak atau dihangatkan pakai api. Banyak dari penumpang kapal ini yang mati dan sakit selama pelayaran.

Perjalanan yang panjang ini menghasilkan banyak ketidaksepakatan antara dua kelompok: santa dan orang asing, sehingga pada tanggal 10 November ketika sudah mulai nampak ada pulau mereka mengadakan kesepakatan yang isinya adalah pengakuan kesetaraan atara dua kelompok tersebut, dan mereka sebut dengan Mayflower Compact.

Pulau atau daratan yang mereka lihat pertama kali adalah Cape Cod, namun mereka tdak berhenti di situ, dan melanjutkan hingga sampai ke sebuah daratan, yang pada tahun 1614 Captain John Smith memebri nama dengan Plymouth (sama dengan yang di England tempat mereka berangkat). Plymouth memiliki pantai yang indah dan sungai yang menyediakan banyak ikan, namun mereka sangat mengkhawatirkan akan adanya serangan dari penduduk pribumi, suku Indian, yang yang disebut Patuxet, yang ternyata mereka adalah suku yang suka damai.

Pada musim dingin pertama, mereka merasa kesusahan beradaptasi dengan suasana yang sangat dingin dan salju yang tebal; banyak orang yang meninggal pada waktu musim dingin ini, dan tercatat hanya 50 orang yang bertahan.

Pada tanggal 16 Maret 1621, ini merupakan hal yang sangat penting, ada seorang suku Indian masuk ke daerah pemukiman para peziarah ini, mereka merasa ketakutan hingga orang Indian ini berteriak dan mengucapkan: “Welcome…” dengan bahasa Inggris.

Orang Indian ini bernama Samoset, dan dia berasal dari suku Indian Abnaki, dia belajar bahasa Inggris dari salah seorang kapten kapal para peziarah. Satu malam dia tinggal bersama mereka, dan keesokannya dia membawa seorang temannya yang bernama Squanto, yang ternyata dia lebih lancar berbahasa Inggris daripada Samoset, karena katanya pernah belajar bahasa Inggris di Inggris selama perjalanannya ke Inggris dan Spanyol.

Squanto ini memiliki peran yang sangat besar terhadap kehidupan para peziarah ini, karena tanpa bantuannya mereka mungkin tidak bisa bertahan hidup. Squanto mengajari mereka cara bercocok tanam dan cara membangun rumah di daerah tersebut.

Pada musim panen bulan Oktober, para peziarah ini mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah, cukup untuk persediaan musim selama musim dingin yang panjang. Mereka merayakan keberhasilan ini. Pemimpin Peziarah, William Bradford, mendeklarasikan perayaan ini untuk dibagi dan diperingati bersama oleh para Koloni dan penduduk pribumi. Mereka mengundang Squanto dan kaumnya untuk merayakan keberhasilan ini. Massasoit, pimpinan suku Indian, ikut turut diundang pesta ke dalam pesta ini, yang berlangsung sampai tiga hari. Namun tanggal perayaan ini tidak jelas, dan diyakini terjadi pada pertengahan Oktober.

Pada tahun berikutnya, para peziarah ini tidak mengalami keberuntungan sebagaimana tahun sebelumnya, karena mereka belum terbiasa dengan menanam tanpa bantuan dan bimbingan orang Indian, sehingga Gubernur Bradford menyuruh penduduknya untuk berpuasa dan berdoa. Tidak lama kemudian, doa mereka terjawab dan hujanpun turun. Pada tangal 29 November mereka merayakannya, inilah mungkin awal sebenarnya perayaan Thanksgiving yang dirayakan sekarang di Amerika.

Perayaan ini diperingati setiap tahun, dan dilaksanakan setelah panen, hingga pada Revolusi Amerika yang terjadi pada akhir tahun 1170-an, perayaan ini disetujui dan disarankan oleh Kongres Kontinental.

Pada tahun 1817 New York mengadopsi budaya Thanksgiving ini sebagai perayaan tahunan, yang juga didikuti oleh berbagai negara bagian yang lain, dan pada 1873, Presiden Abraham Lincoln menjadikan Thanksgiving day ini sebagai hari nasional, yang sejak saat itu perayaan ini selalu diperingati, tepatnya pada setiap hari Kamis keempat bulan November dan menjadi hari libur nasional.

La Tomatina

thumbnailPerang yang satu ini tak terasa menakutkan, bahkan menyenangkan dan seru. La Tomatina merupakan festival tahunan yang identik dengan aksi saling lempar tomat satu sama lain. Tak tanggung-tanggung, tomat yang digunakan jumlahnya mencapai 120 ton!

Dalam La Tomatina, semua pengunjungnya boleh melemparkan tomat ke orang lain tanpa ampun. Pada perayaan tahun ini, sekitar 40.000 orang hadir dan meramaikan festival menarik ini. Tak cuma warga Spanyol, namun La Tomatina dihadiri oleh masyarakat dari berbagai belahan dunia!

La Tomatina dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Agustus, dan sudah dilaksanakan sejak tahun 1944. Tak ada yang bisa menjelaskan sejarahnya secara pasti. Salah satu cerita yang berkembang adalah awalnya aksi lempar tomat ini dilakukan oleh segerombolan orang saja. Namun kegiatan ini dilakukan berulang kali, dan akhirnya meluas.

Festival ini diselenggarakan di kota Bunol, Valencia, Spanyol. Yang menarik, sebenarnya Bunol hanya berisi 9000 populasi di dalamnya, namun jumlah orang di sana membludak jadi puluhan ribu orang saat diselenggarakan La Tomatina. Tomat yang digunakan mencapai ratusan ton, dan membuat kota Bunol dibanjiri oleh si merah tomat!


Buat Anda yang berminat untuk mengikuti festival ini tahun depan, ada beberapa aturan yang harus diikuti. Peserta festival dilarang membawa benda keras selama acara berlangsung, dan tidak boleh merobek baju orang lain. Tomat yang dilempar juga harus diremas terlebih dulu agar tomatnya lunak dan tidak menyakiti orang lain.

Dianjurkan untuk menggunakan sepatu tertutup dan juga mengenakan pakaian jelek yang sudah tak dipakai, karena dipastikan tubuh akan kotor dan berwarna merah, penuh dengan bekas lemparan tomat. Disarankan juga untuk menggunakan kaca mata renang untuk melindungi mata. Jangan lupa membawa baju ganti dan juga kamera waterproof untuk mengabadikan momen seru ini!