Selama berabad-abad, gereja Katolik tak dapat sepenuhnya mengintegrasikan ajaran mereka di Las Nieves. Sebagian besar penduduk masih percaya penyihir dan roh jahat dalam kehidupan spiritual mereka. Maka, festival unik ini adalah salah satu upaya gereja untuk beradaptasi dengan budaya lokal masyarakat.
La Fiesta de Santa Marta de Ribarteme digelar pada tanggal 29 Juli setiap tahun, sebagaimana dilansir Odditycentral.com. Beberapa orang akan ditidurkan dalam peti mati dan kemudian diarak keliling kota. Mereka bahkan berakting seolah-olah telah meninggal. Bisa Anda bayangkan?
Festival unik ini berhasil menarik ribuan pengunjung lho. Mereka mulai memadati jalanan Les Nieves sejak pukul 10 pagi, demi menyaksikan arak-arakan peti mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar